Aku tertarik sama sebuah berita di koran lecek bekas pembungkus martabak telor yang sedang kumakan. (Aku teringat kembali pada kejadian sebulan lalu itu , tentang kisah cinta temanku yang berakhir maut ) Sebuah berita memilukan tentang seorang gadis bunuh diri di sebuah sudut desa dan si lelaki nekat mencoba membunuh bapak si gadis karena dia adalah biang kejadian ini.
Sebuah cerita klasik tentang percintaan yang berujung maut ;
Si wanita adalah anak dari seorang kaya raya dan terpandang di desa itu yang kebetulan berdarah biru, sedangkan si lelaki adalah anak seorang tukang Parkir di sebuah pasal senggol yang berdarah metal (dia penyuka musik metal walo akhirnya saking cintanya sama sang pujaan hati akhirnya berubah menjadi “Ndangduter” dan hafal bener lirik lagu “pasrah”nya Leo waldy ; ….”lebih baik kau bunuh aku dengan pedangmu dari pada kau bunuh aku dengan cintamu ……” )
Cinta itu memang ga’ pandang bulu ; mau bulu tangkis, bulu ayam, sapu bulu or bulu ketek …. Walo terus diwarning oleh kedua orang tua mereka, si wanita tetap nekat ngejalanin backstreet dengan lelaki pujaannya, berbagai cara telah dicoba oleh orang tua si wanita; dari main tampar berbabak2 hingga belur, antar jemput ngampus oleh tukang pukul sewaan bapaknya, bahkan maen dukun dari dukun santet sampai dukun Cabul … but ga’ ngaruh … Keteguhan cinta mereka membuat mereka kebal dan bebal… apa ini yang disebut cinta sejati atau mungkin cinta buta ??... entahlah aku ga’ tau apa itu cinta sejati atau cinta buta, yang kutau cuma Cinta Laura, … ( oupz, itu pemain sinetron yakh ?? ). Perjalanan kisah cinta mereka penuh dengan aral .
Atas nama cinta, mereka membawa bendera asa mereka kepada asyik mashyuknya rasa pada setiap persuaan … menyiram setiap jengkal tanah tandus di jiwa yang mengerang dalam geramnya kerinduan akibat tersekat masa dan sengatan doktrin yang membengkak di kepala mereka, setiap detik persuaan adalah nirwana, setiap tarikan nafas adalah ikrar bagi tautan hati mereka … sungguh sebuah perasaan yang sangat mendalam, menjelajah sukma, menjajah hingga ke tulang sumsum ( seperti yang selalu diceritakan si lelaki kepadaku).
Hingga pada akhirnya, setelah deraan yang rumit dan panjang … diawali dengan perjodohan si wanita oleh orang tuanya dengan seorang duda beranak tiga yang masih saudara jauhnya, belum kelarnya beasiswa si lelaki pada suatu lembaga pendidikan yang ga’ memperbolehkan si lelaki menikah, Akhirnya berita itupun terdengar santer di sekitarku …
Si Wanita Tenggak Air keras, Ibu si wanita stress berat, bapak si wanita jantungnya kambuh dengan tubuh penuh luka dan memar, Si lelaki masuk penjara dengan tuduhan percobaan pembunuhan berencana dan mengalami gangguan kejiwaan, ayah si lelaki s4 masuk rumah sakit karena stroke mikirin anak semata wayangnya masuk penjara, sedangkan ibunya kurus kering keliling2 kampung menawarkan jajanan pasar bikinannya untuk menyambung hidup.